"Mengingatkan: Menyiapkan Hidup Setelah Mati "

Dok.pri ...اللهم اغفرلهم 

Dalam hidup adakalanya  suka,duka, menangis,dan tertawa. bermacam macam warna menghiasi kehidupan didunia yang fana. Kenyataan ini tampak setiap hari dapat  kita lihat beraneka macam  cara ,niat dan tujuan menjalaninya dalam  tujuan menempuh sebuah kebahagiaan.

Berbagai  pola dan tindak tanduk manusia dalam hidup baik beribadah,bekerja,dan berkarya. Ada yang semangat setiap hari terlihat berbuat baik dan bermanfaat, menolong saudara sesama, membiasakan  ibadah  di rumah masjid,dan musholla, berinfaq,bersedekah, atau dengan berdakwah menyampaikan ilmu agama, serta berbuat baik dengan lainnya  sesuai maksud dan harapannya. dan ada juga sebaliknya selalu menyusahkan manusia disekitarnya.

Disamping itu dalam bekerja ada bermacam cara dan langkah sesuai aktivitas dan profesi yang digelutinya diantaranya ada yang bisnis, berdagang,kontraktor,karyawan, asn,pns, guru,kyai, petani, dan sebagainya. 

Beda dalam niat, beda dalam pikiran dan hatinya, ada yang  hanya sekedar untuk mencukupi kebutuhan, ada  juga yang lebih mampu  meraih kesuksesan dan kemewahannya seperti contoh banyak kita temui  mereka berlomba mencari harta benda, membangun rumah besar bertingkat kuat dan kokoh, membeli mobil licin mengkilat, atau menambah istri muda cantik memikat. 

Padahal jika kita telaah dan rasakan mendalam, hidup didunia hanyalah sementara dan fana yang pastinya jika kita renungkan dari mulai sejak lahir hingga tumbuh  masa kanak kanak menjadi masa remaja kemudian dewasa dan selanjutnya masa tua dalam setiap masa mesti ada perubahan.

Dimana kondisi tubuh yang tidak lagi gagah, anggota badan  tidak lagi sempurna, ditandai kulit mulai kriput, rambut berupa warna putih beruban, punggung pun bungkuk, otot dan tulang sudah mulai rapuh, jalanpun gemetaran, pandangan matapun  kabur kurang penglihatan, pendengaran mulai berkurang, kesehatan  terganggu rentan dan  mudah terserang penyakit , hingga .kemudian pada akhirnya nantinya semuaakan kembali kepada-Nya. Yakni meninggal dunia.

Lantas pertanyaanya sudahkah kita merasa cukup dan aman atas bekal yang kita bawa di alam kubur? mampukah kita bahagia jika  dibangunkan kembali dari kubur, dan sudahkah kita merasa sempurna dengan sesuatu yang kita lakukan saat memasuki kehidupan setelah kematian? Jawabannya  bisa ditanyakan pada diri kita sendiri. 

Dalam kitab Riyadlus Sholihin diterangkan: 

Dari Abu Ya`la Syadad Bin Aus Ra. Nabi SAW bersabda ," Orang yang cerdik ialah  orang yang mampu mengendaikan dirinya (menghisap dirinya) dan beramal untuk bekal sesudah mati. Sedangkan orang yang kerdil  ialah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berandai-andai kepada Allah." (HR.At-Tirmidzi:2459)

Hadist diatas mengingatkan kepada kita untuk selalu berbuat baik dan bermanfaat kepada sesama  dan mengendalikan keinginan nafsu semata dan berangan angan ingin hidup bahagia. khayalan hanyalah angan angan belaka yang tidak akan memberikan faedah sedikitpun.

Rasulullah SAW bersabda: " Bekerjalah untuk duniamu  seakan-akan engkau hidup selama lamanya dan  beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau mati besuk"

Semangat  bekerja pada profesi masing masing dan selalu ingat bahwa nantinya semua akan kembali kepada  Allah SWT. pada dasarnya semua yang kita miliki adalah kepunyaan Allah yang kita miliki hanya titipan yang nantinya dipertanggung jawabkan dihadapan-Nya,

Dalam Al-Qur'an Al Baqarah:197. Allah SWT berfirman yang artinya " Berbekallah dan  sebaik baik bekal adalah taqwa.  Dan bertaqwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal "

Dunia adalah sarana  memperbanyak bekal kebaikan untuk mempersiapkan menuju akherat , Dunia hanyalah alat atau fasilitas hamba menghadap kepada Allah Subhanallahu wa ta'ala.

Semoga kita selalu diberikan  petunjuk, pertolongan  lindungan dan ridlo-Nya. Sehingga selalu ingat berdzikir, bersyukur,dan beribadah kepada-Nya dalam terus  berusaha , berdo`a, dan bertawakal menyiapkan hidup setelah mati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blog dan Youtobe Sebagai Sarana Mencapai Prestasi

How To Be The F1

Melejitkan prestasi dengan menulis