Suka Gula

Cerita Unik Mengadung Hikmah Ke-1:

Al Kisah diceritakan dahulu ada seorang ibu mempunyai seorang anak laki-laki. Anak laki lakinya tergolong anak yang aneh  bayangkan setiap hari anak ini tidak mau makan kecuali  makan gula. ibu anak ini sedih dan bingung, dibawa kemana anak ini agar menjadi anak normal seperti anak anak sebaya lainnya.

Hari demi hari ibu anak itu mencari tahu dari teman dan tetangganya siapa tahu ada yang bisa menyembuhkannya kelainan tersebut. Suatu hari  ia mendapatkan kabar bahwa di desa seberang ada seorang Kyai yang sudah dikenal masyarakat sekitar ia mempunyai kewibawaan dan keistimewaan.

Maka dengan langkah pasti ibu itu mengajak anaknya untuk silaturrahmi ke seorang kyai dengan tujuan  ngalap berkah  (mencari berkah)  memohon do`a  agar  apa yang dialami oleh anaknya yang setiap hari doyan gulo (suka makan gula) segera sembuh. Sampailah ibu dan anak itu pada tujuannya di depan rumah Kyai maka terjadilah dialog  : 

Ibu     Assalamu'alaikum wr wb Pak Kyai...?! (sambil mengetuk pintu).

Kyai    : Waalaikumussalam wr wb... Iya....Mari ...Silahkan masuk. ...! (kata pak kyai mempersilahkan                   ibu dan anaknya untuk masuk kerumah ).

Ibu     : Mohon maaf saya mau minta tolong minta  ....?! (sambil terbata-bata bicaranya, agak sungkan ibu itu menyampaikan maksud  dan tujuannya  dengan raut wajah sedih). Minta doa untuk anak saya Kyai..?! 

Kemudian Ibu anak itu langsung menceritakan atas kelainan yang  anaknya  selama ini ,setiap harinya selalu suka makan gula.(jawa: doyan gulo ) sehingga habis berkilo kilo gula. Ibu itu minta tolong dan memohon barokah bantuan doa Kyai agar anaknya dido`akan sembuh dan normal kembali seperti anak anak sebaya yang lain.

Kyai     : Oh... Jadi gitu maksud dan tujuan  ibu datang kesini. (sambil menoleh ke anak ibu  itu pak kyai menanya anaknya ).  Iya ta nak?!...apa kamu suka makan gulaa..... ? !

Anak     :........ ( tanpa menjawab tanda mengerti anak itu hanya  menganggukan kepala tanda ia paham dengan apa yang ditanyakan kyai.)

Kyai   : .....( menghela nafas sebentar, dan suara yang penuh tegas penuh karismatik). Gini bu ...sebelumnya saya  minta maaf...mohon ibu bersabar dulu ya ....hari ini saya tidak bisa bantu yang   ibu harapkan, tapi kira kira satu minggu lagi bawa anak ibu  kesini lagi ya.....!!!.

Ibu     : Iya ..... pak Kyai. 

Kemudian ibu dan anak itu pamit dan pulang kerumah. Setelah sampai rumah anak itu minta makan gula, bahkan semakin lahap saat makan gula. biasanya jatahnya satu kilo malah tambah  menjadi 2 kilo.sehigga menjadikan ibu itu tambah sedih dibuatnya. Sampailah  pada  minggu waktu yang ditunggu-tunggu. maka bergegas ibu itu membawa anak  kembali silaturrahmi ke Kyai . 

Ibu        :  Assalamu'alaikum wrwb.

Kyai     : Waalaikumussalam...... ini ibu yang satu minggu kemarin kesini ya....?!

Ibu        : Iya Kyai... !

Kyai      : Mana anak ibu coba bawa kesini...Ayo .kesini ..naak ....!!! (Kyai itu memangil anak tersebut kemudian)   mengucapkan :  Bismillahirrahmanirrahim ....(sambil pegang punggung anak itu kyai bilang):  Nak ...ojo  doyan gulo.. yooo....!!! (Naak ...Jangan suka makan gula yaa..!!!.)

Anak       : ..... (anehnya anak itu tetap diam hanya  mengangguk anggukan kepalanya saja.)

Kyai       : Sampun nggi bu....! In sya Allah semoga barokahnya do`a anak ibu disembuhkan Allah SWT.

Ibu     : Terimakasih kyai.

Dengan langkah bahagia ibu dan anak tersebut  bergegas pulang kerumah, Dan sesampainya dirumah saat membuka pintu dari kejauhan anak itu melihat ada gula diatas meja dirumahnya ternyata menangis sekeras kerasnya memeluk ibunya., bahkan berlari menjauhi gula. Jangankan makan ...melihat gula saja ia takut, tidak mau jika ada gula didekatnya.

Alhamdulillah anakku sudah sembuh...(gumam ibu tersebut dalam hati.)

Karena kelainan yang dialami anaknya sudah sembuh sebagai ungkapan syukur dan terimakasih kepada kyai, ibu itu mau silaturrahim kembali, dengan membawa oleh oleh  juga  mau tanya pada kyai, mengapa kemarin pakai menunggu  yang kedua kok tidak minggu yang pertama waktu bilang keanaknya semacam itu.  kalo minggu yg pertama kyai itu bilang ke anaknya kan lumayan dapat ngirit pengeluaran uangnya untuk beli gula dalam satu minggu. Maka Ibu tersebut datang kembali  silaturrahim ketiga kalinya ke kyai  terjadilah dialog ketiga:

Ibu     : Assalamu'alaikum wr. wb.

Kyai    : Waalaikumussalam 

Ibu     : Kyai  maaf  saya mau nanya ?! Kenapa pak kyai kok baru minggu kedua bilang " nak ojo doyan gulo" (Naak Jangan Suka Gula) kok tidak minggu pertama kan lumayan kyai saya dapat ngirit pengeluaran beli gula satu minggu.

Kyai : (Sambil tersenyum)  Kyai menjawab: iya ....karena minggu pertama SAYA MASIH SUKA MAKAN GULA, maka saya tidak berani memerintahkan anak ibu untuk berhenti makan gula. Sedangkan saat minggu kedua SAYA SUDAH TIDAK MAKAN GULA  jadi saya berani melarang anak ibu untuk TIDAK MAKAN GULA. saya juga berriyadho (berdo`a memohon kepada Allah SWT) agar anak ibu disembuhkan ALLAh SWT.

Ibu : Oh...gitu pak kyai... mohon maaf nggi pak kyai.... Terimakasih barokah doa pak kyai anak saya sudah sembuh dan tidak makan gula lagi bahkan takut kalo melihat gula kyai.

Setelah itu mengucapkan salam dan pamit pulang dengan rasa senang dan bahagia.


HIKMAH KISAH UNIK : 

"Bahwa seorang pendidik dalam mendidik siswa/i jika ada masalah  maka selalu diriyadhoi  (berdo'a mengharap petunjuk kepada Allah SWT)."

"Seorang pendidik menjadi tauladan pada siswa/i, sebelum mengajar suatu ilmu terlebih dulu belajar dan mempraktekkan ilmu yang dimiliki."

Demikian cerita unik mengandung hikmah ini semoga bermanfaat.

(Cerita ini diambil dari bahasa pemahaman penulis saat keterangan pengajian Almarhum Romo KH.M.Munawwar Adnan Kholil Ra).


Komentar

  1. Sudah bagus pak, tp ada sedikit koreksi dari judulnya sj, mgkn bs direfisi lg. Klo mnrt saya judulnya kurang menarik

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blog dan Youtobe Sebagai Sarana Mencapai Prestasi

How To Be The F1

Melejitkan prestasi dengan menulis